Refleksi 80 Tahun Bhayangkara: Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4%, Komascipol: Bukti Polisi Dekat dengan Rakyat

 

JAKARTA – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum emas bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, Korps Bhayangkara menorehkan rapor hijau lewat lonjakan kepercayaan publik, akselerasi transformasi digital, hingga sukses membongkar jaringan kejahatan siber internasional.

Data terbaru Litbang Kompas mencatat indeks kepuasan pelayanan publik kepolisian melonjak dari skor 7,76 menjadi 8,37 dalam skala 1-10. Lebih tinggi lagi, survei internal gabungan menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat secara umum kini menyentuh angka 82,4%, tertinggi di antara lembaga penegak hukum.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan capaian ini tidak boleh membuat personel terlena. Usia delapan dekade justru harus jadi ajang evaluasi total untuk merespons harapan masyarakat yang terus berkembang.

“Kita harapkan ini merupakan kegiatan untuk masyarakat betul-betul bisa merasakan kehadiran Polri, dan tentunya masyarakat juga bisa memberikan masukan maupun kritik agar ke depan jauh lebih baik,” ujar Jenderal Listyo Sigit saat memantau persiapan puncak Hari Bhayangkara.

Di bidang penegakan hukum, Polri mencatat prestasi besar lewat perang terhadap mafia digital. Bareskrim Polri sukses membongkar jaringan judi online internasional serta menangkap buronan _most wanted_ asal asing di Bandara Soekarno-Hatta.

Di level kewilayahan, Polda Metro Jaya menunjukkan komitmen tinggi dengan mengungkap 3.809 kasus narkoba hanya dalam enam bulan. Langkah tegas ini jadi bukti Polri tidak memberi ruang bagi kejahatan narkotika yang merusak generasi bangsa.

Transformasi pelayanan publik juga jadi sorotan. Lewat adopsi teknologi terintegrasi, layanan Polri kini lebih transparan dan inklusif. Kehadiran SIM Digital dan digitalisasi penanganan perkara mempercepat akses masyarakat terhadap hak hukum mereka.

Hasilnya nyata. Sebanyak 23,1% masyarakat yang berinteraksi langsung dalam pengurusan dokumen, aduan, dan administrasi menyatakan kepuasan riil terhadap keramahan dan kecepatan petugas. Pelayanan yang humanis mulai dirasakan hingga ke level Polsek.

Eksistensi Polri di tengah masyarakat juga mendapat apresiasi dari elemen buruh. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, secara khusus berterima kasih atas pembentukan Desk Ketenagakerjaan oleh Polri.

Langkah strategis itu dinilai sangat membantu kaum buruh menyelesaikan perselisihan hubungan industrial secara bijak, arif, dan kondusif. Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga mediator sosial.

Apresiasi juga datang dari Komunitas Masyarakat Cinta Polri (Komascipol). Ketua Umum Komascipol Bagus Sujoko menyebut capaian angka kepercayaan 82,4% adalah bukti nyata bahwa Polri semakin dekat dengan rakyat.

“Ini bukan angka di atas kertas. Kami di Komascipol merasakan langsung di lapangan, polisi sekarang lebih humanis, responsif, dan mau mendengar. Program digitalisasi sampai bakti sosial itu dirasakan warga. Kami apresiasi setinggi-tingginya,” ungkap Bagus Sujoko, Selasa (30/6/2026).

Di sektor ketahanan pangan nasional, Polri aktif mengawal distribusi komoditas bersubsidi dari ancaman mafia. Institusi ini juga terlibat langsung dalam program ketahanan pangan dan memberi pendampingan teknis pada simulasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.

Menjelang 1 Juli, Polri serentak menggelar bakti kesehatan dan pasar rakyat di titik-titik krusial. Sebanyak 75.000 paket sembako disalurkan, sumur bor dibangun di daerah rawan kekeringan, bedah rumah warga dilakukan, hingga Bazar UMKM Bhayangkari digelar untuk dorong ekonomi rakyat.

Tak hanya di dalam negeri, personel Polri juga mengukir prestasi internasional. Salah satunya lewat raihan medali perunggu di Kejuaraan Asia SAMBO, membuktikan bahwa Bhayangkara juga unggul di bidang olahraga.

Dengan seluruh capaian di usia ke-80 tahun ini, Polri membuktikan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi penegak hukum. Polri hadir sebagai pilar humanis yang siap mengabdi, melayani, dan mengayomi seluruh lapisan masyarakat Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.